FUNGSI TARI RAKYAT SEBAGAI REPRESENTASI KEBENARAN TRADISI MASYARAKAT JAWA BARAT

Penulis

  • Leysha Arindyaully Siahaan Universitas Pendidikan Indonesia
  • Melvy Wulantina Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Ketuk Tilu, Jaipong, Tari Rakyat, Representasi Tradisi, Kebenaran Tradisi

Abstrak

Tari Ketuk Tilu dan Jaipong merupakan dua bentuk tari rakyat yang tumbuh dan berkembang di Jawa Barat. Ketuk Tilu, yang awalnya merupakan bagian dari upacara adat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Dewi Padi (Dewi Sri) atas hasil panen, dikenal sebagai cikal bakal lahirnya tari Jaipong yang lebih modern pada tahun 1970-an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi pustaka untuk menganalisis bagaimana kedua tarian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai media yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, filosofi hidup, dan identitas budaya Sunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebenaran tradisi dalam Ketuk Tilu dan Jaipong terefleksi melalui berbagai aspek. Dalam Ketuk Tilu, hal ini tampak pada gerakan khas seperti goyang, geol, dan gitek (dikenal sebagai 3G) serta gerakan yang terinspirasi pencak silat, yang melambangkan kesuburan, kewaspadaan, dan keteguhan pendirian. Sementara Jaipong, meskipun mengalami modernisasi, tetap mempertahankan esensi gerakan Ketuk Tilu dan mencerminkan semangat serta karakter masyarakat Sunda yang periang, energik, dan terbuka. Kedua tarian ini, melalui iringan musik yang khas dan nuansa gembira, menjadi representasi otentik dari kebenaran tradisi masyarakat Jawa Barat yang tidak hanya bertahan, tetapi juga terus hidup dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alexander, C., Andrew, M., Bosweli, D., Braham, P., Calderwood, D., Cooper, J., Feras, M., Hall, S., Hamüton, P., & Morley, D. (n.d.). Cultural Representations and Signifying Practices.

Azzahra, R. N. (2025). Eksplorasi etnomatematika pada tari ketuk tilu. 865–876., 865-876.

Dr. Magdalena, M. A. (2021). Metode Penelitian.

Herdiani, E. (2000). Perubahan Fungsi Ketuk Tilu Di Priangan. 212.

Herdiani, E., Tari, J., Seni, F., Isbi, P., Abstrak, B., & Kunci, K. (2016). Metode sejarah dalam penelitian tari. 33–45.

Herdiani, E. (2016). Herdiani, E., Tari, J., Seni, F., Isbi, P., Abstrak, B., & Kunci, K. (n.d.). Metode sejarah dalam penelitian tari. 33–45., 33-45.

Kasmahidayat, Y., Sabaria, R., Badaruddin, S., Kurniati, F., & Sudirman, A. (2024). Spiritual Self-Defense Practices in the “Bendung” Silat Start for Learners at the Mahaputra Pencak Silat Padepokan. EVOLUTIONARY STUDIES IN IMAGINATIVE CULTURE, 168–176.

Nuriawati, R. F. (2024). TARI JAIPONGAN KAWUNG ANTEN : REPRESENTASI NILAI, 306-311.

Sari, M. (2020). NATURAL SCIENCE : Jurnal Penelitian Bidang IPA dan Pendidikan IPA , ISSN : 2715-470X ( Online ), 2477 – 6181 ( Cetak ) Penelitian Kepustakaan ( Library Research ) dalam Penelitian Pendidikan IPA. 6(1), 41–53.

Three, T. H. E., Of, T., Components, T., In, I., Worldviews, A. S., & For, C. (n.d.). Table of Contents PART I - Preliminary Considerations.

Yuliani, F. (2022). Feny Yuliani, 2022 PENDIDIKAN SENI DI MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN WISATA DI LEUWEUNG SENI PURWAKARTA Universitas Pendidikan Indonesa | repository.upi.edu | perpustakaan upi.edu. 20–30.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-16

Cara Mengutip

Siahaan, L. A., & Wulantina, M. . (2026). FUNGSI TARI RAKYAT SEBAGAI REPRESENTASI KEBENARAN TRADISI MASYARAKAT JAWA BARAT. Proceeding of International Seminar of Culture and Tourism AKBI, 2(1), 55–65. Diambil dari https://ojs-akbi.org/index.php/proceeding/article/view/38